Memilih Jenis Material Lantai Dapur Restoran yang Tepat

Posted on

Membangun usaha kulineran seperti restoran bukanlah perkara mudah. Setiap detail, mulai dari konsep menu, desain interior, alur kerja di dapur, hingga kenyamanan pengunjung, perlu dirancang dengan baik. Salah satu elemen yang kerap luput dari perhatian, namun sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan keamanan kerja adalah pemilihan material lantai dapur restoran.

Memilih Jenis Material Lantai Dapur Restoran yang Tepat
creativemaintenance.com

Ragam Opsi Bahan Baku Lantai Dapur Restoran Paling Recommended

Memilih material tepat untuk ubin dapur restoran haruslah cermat. Bagaimana tidak, lantai komersial ini sangat rentan terhadap lalu lintas padat, tumpahan, minyak dan keausan yang terus-menerus di area dapur. Berikut beberapa jenis material yang dapat menjadi pertimbangan.

1. Lantai Epoksi

Jenis pertama ada epoksi yang telah memperoleh popularitas karena daya tahannya. Selain itu, hasil akhirnya juga mulus dan desain bisa disesuaikan. Epoksi merupakan material berbasis resin yang dituang dan dikeringkan di atas permukaan lantai. Lantai ini sangat tahan terhadap noda, bahan kimia dan kelembaban.

Menariknya, pemasangan dan proses membersihkannya sangat mudah. Dengan demikian, mampu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, sisi kelemahan lantai epoksi adalah biaya pemasangan awal yang tinggi dibandingkan pilihan lain.

Selain itu, hasil akhir mulus dapat menjadi licin ketika basah jika tidak ada pemberian tekstur yang tepat. Ada beberapa produk epoksi khusus seperti Stonhard Flooring yang dirancang khusus untuk area dengan lalu lintas tinggi serta basah. Lantai ini sangat cocok untuk fungsi khusus restoran seperti area pembuatan bir.   

Melihat penjelasan dari kanal YouTube Cipta Sarana Mandiri, lantai epoksi sangat cocok untuk restoran meski sebagian orang menganggap keberadaannya sangat licin. Kendati demikian, lantai ini memang fokus pada penampilan dapur yang lebih cantik. Dengan begitu, mereka mampu membuat area memasak di restoran berbeda dari dapur pada umumnya. Tak perlu cemas, epoksi biasanya memiliki suhu setara lantai vinyl atau kayu. Sehingga tidak menimbulkan sensasi dingin berlebih.

2. Lantai Konkrit atau Beton

Selanjutnya ada beton yang cocok untuk lantai dapur restoran bergaya industrial dan minimalis. Beton sangat awet serta bisa diwarnai untuk tampilan lebih unik. Penggunaannya kerap kali dilapisi keset karet di area dengan lalu lintas dapur yang tinggi. Hanya saja lantai harus disegel dengan benar supaya tidak keropos dan rentan terhadap noda. 

3. Ubin Porselen

Terakhir dalam rekomendasi ini adalah ubin porselen. Materialnya merupakan pilihan serbaguna untuk lantai restoran karena menawarkan variasi desain maupun gaya.

Di samping itu, material ini terbuat dari tanah liat dan dibakar pada suhu yang lebih rendah daripada ubin tambang. Itulah mengapa daya tahan tidak perlu kita ragukan.

Porselin juga termasuk jenis ubin tidak berpori, sehingga tahan terhadap kelembaban dan tumpahan. Menariknya, ubin porselen relatif mudah dibersihkan. Kendati begitu, garis nat dapat menjebak kotoran. Ini membuat perawatannya haruslah cermat.

Komparasi Biaya Pemasangan

Secara umum, tiga pilihan material di atas bisa kita bandingkan dari segi biaya pemasangannya. Untuk lantai porselen, biaya pemasangannya tergolong menengah hingga tinggi, tergantung jenis dan kualitas ubin.

Harga ubin porselen sendiri berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per dus (sesuai ukuran dan motif). Sementara jasa pemasangannya, jika dihitung secara borongan, dapat mencapai Rp200.000 hingga Rp250.000 per meter persegi.

Di sisi lain, beton dengan finishing trowel atau polish menawarkan biaya yang relatif lebih ekonomis. Terutama jika lantai dasar sudah tersedia. Jasa finishing beton mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.

Sementara itu, lantai epoksi menjadi opsi dengan tampilan paling modern dan bersih. Untuk jenis epoksi standar (bukan 3D), biaya aplikasinya berkisar antara Rp95.000 hingga Rp185.000 per meter persegi. Jika menginginkan epoksi 3D atau desain khusus, harganya bisa naik hingga Rp350.000 per meter persegi.

Dengan mempertimbangkan biaya, fungsionalitas, serta tampilan akhir, setiap jenis lantai memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Sehingga ketika menentukan lantai dapur restoran harus disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran masing-masing. /Estri